Press "Enter" to skip to content

Suka Pakai Pay Later? Kenali Juga Untung Ruginya, Yuk!

https://lh4.googleusercontent.com/4XKvec2olURazpiNgvPonGvRy72bHalFa4Pf7B8lTW-OmSKHkKtcNbfVcyA_XZWybZg_oGjShB_U3D0hW2F-kscBf100mpo7BC-9Re8U21lTWB1o7be8e6zocFnnp3EOpA-rsvX9

Kerapkali, karena kemudahan dan kepraktisannya untuk bertransaksi, fasilitas pay later disamakan dengan dana cepat cadangan yang bisa digunakan semaunya. Apalagi, kini mulai dari fintech kredit online dan pinjaman dana cepat seperti Kredivo, dompet digital, hingga banyak e-commerce populer seperti Shopee dan Tokopedia, juga punya fitur pay later bagi konsumen setianya. 

.

Pada dasarnya, pay later atau fitur “bayar nanti” adalah alat transaksi yang serupa dengan kartu kredit namun memiliki syarat dan cara daftar yang lebih mudah. Biasanya online dan juga tanpa survei. Bukan cuma bisa beli barang, pay later juga bisa digunakan hampir untuk semua jenis transaksi mulai dari produk bill payment seperti pulsa, paket data, dan token listrik, tiket pesawat, hotel, makanan, dan masih banyak lagi. 

Namun, sebagaimana perkembangan dan kecanggihan teknologi, pay later tidak selamanya membawa manfaat dan keuntungan. Jika tidak digunakan dengan bijak, maka sebaliknya: banyak kerugian yang bisa dialami akibat penggunaan pay later. Apa aja sih keuntungan dan kerugian menggunakan fitur pay later? Berikut ini ulasannya!

Keuntungan Pay Later: 

Bisa diandalkan untuk kebutuhan darurat

Token listrik abis tengah malam? Beli via pay later bisa jadi solusinya. Begitu pun jika kamu ada kebutuhan mendesak dalam waktu dekat, tapi nggak punya tabungan cadangan. Beli barangnya di e-commerce dan bayar pakai pay later, semua beres. 

Bisa bayar pas gajian & tanpa ada bunga

Rata-rata pay later menyediakan masa tenor 30 hari sejak tanggal transaksi bagi pengguna untuk membayar tagihan. Banyak juga yang tidak menerapkan bunga sama sekali untuk pay later, mulai dari dompet digital sampai fintech. Kredivo adalah salah satu contoh fintech kredit digital yang menawarkan banyak fasilitas kredit bermanfaat bagi penggunanya. Mulai dari pay later atau bayar nanti dalam 30 hari tanpa bunga, cicilan tenor s.d 12 bulan, hingga pinjaman dana cepat tunai mulai dari 500 ribu. 

Untuk pay later atau bayar nanti, selain tidak menerapkan bunga, Kredivo juga tidak menerapkan syarat minimum belanja bagi penggunanya. Baik pengguna yang terdaftar sebagai akun Basic ataupun Premium, dapat menggunakan fitur yang satu ini juga sudah memiliki akun di Kredivo. Sementara fitur cicilan tenor dan pinjaman dana cepat dengan sukub bunga hanya 2,95% per bulan, hanya tersedia bagi pengguna Premium. Selain itu, pengguna Premium juga memiliki kesempatan untuk mendapat limit kredit yang lebih besar, maksimal s.d Rp 30 juta, lho. 

Banyak promo dan reward menarik

Baik dompet digital hingga fintech yang memiliki fitur pay later, biasanya juga bermitra dengan banyak merchant untuk penggunaan fitur ini. Otomatis, banyak promo dan reward juga yang diberikan sebagai bentuk strategi marketing agar banyak orang tertarik untuk bertransaksi. Mulai dari promo cashback, buy 1 get 1, poin yang bisa ditukar untuk berbagai voucher atau reward, dan masih banyak lagi. 

Kredivo sendiri telah bermitra dengan 250+ merchant online dan offline yang ada di Indonesia. Jadi, jika kamu pengguna Kredivo, kamu bisa transaksi dan bayar pakai Kredivo sesuai dengan fasilitas kredit yang dipilih di merchant-merchant tersebut. Ada Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Lazada, JD.di, Blibli, Berrybenka, dsb. Kalau mau lebih untung, jangan lupa untuk selalu mengecek laman promo yang ada di aplikasi dan akun Kredivo-mu. Supaya lebih untung dan hemat!

Kerugian Pay Later: 

Berpotensi ketagihan dan bikin kacau cashflow

Kalau sudah punya akun pay later, saking mudahnya transaksi tinggal beberapa klik, tentu bisa bikin ketagihan. Ini membuat pay later kerap dianggap sebagai dana cepat atau dana tambahan. Padahal, pay later hanya sekadar alat transaksi yang mana perlu dibayar sesuai tanggal jatuh tempo. Maka penggunaannya pun wajib dipertimbangkan dengan matang sesuai dengan kapasitas finansial masing-masing. Misalnya, kalau saat ini butuh beli baju baru untuk sebuah acara penting tapi uangnya nggak cukup, sebelum pakai pay later, perhitungkan juga apakah di bulan depan ada slot anggaran untuk membayar tagihannya?

Jika nggak ada dan slot anggaran sudah digunakan untuk kebutuhan lain, maka menggunakan pay later hanya akan mengacaukan arus keuanganmu lho. Belum lagi kalau telat bayar, bakal ada denda yang harus dibayarkan. Artinya, jumlah yang harus dibayar jadi meningkat. 

Sulit membedakan mana keinginan & kebutuhan mendesak

Keinginan dan kebutuhan dalam praktiknya sulit dibedakan. Kadang-kadang, karena sudah pingin banget, otak jadi bekerja untuk “mencari alasan” yang bisa menjustifikasi keinginan tersebut menjadi kebutuhan. Inilah yang kemudian mendorong orang jadi lebih boros. Apalagi ada pay later, tinggal beberapa klik, semua beres. Nah, buat kamu yang suka pakai fitur pay later, usahakan untuk tetap berpegang teguh pada anggaran keuangan yang telah dibuat. Ingat, ada tagihan yang harus dibayar lho di akhir bulan. 

Memengaruhi skor kredit

Sama seperti fasilitas kredit lainnya, pay later juga dapat memengaruhi skor kredit-mu lho. Jadi, jika terlalu banyak bertransaksi dalam satu waktu apalagi sampai menunggak pembayarannya, skor kreditmu otomatis juga akan ikut menurun. Nggak mau kan di masa depan ketika mengajukan pinjaman dana cepat ke bank untuk kebutuhan penting, jadi nggak bisa karena terkendala penggunaan pay later yang tidak bijak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *